{"id":338,"date":"2020-02-25T20:00:03","date_gmt":"2020-02-25T20:00:03","guid":{"rendered":"http:\/\/a-empat.com\/?p=338"},"modified":"2020-04-02T22:09:59","modified_gmt":"2020-04-02T22:09:59","slug":"metode-alternatif-dalam-menafsirkan-ayat-ayat-beredaksi-mirip-rekonstruksi-atas-metode-penafsiran-nashruddin-baidan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/a-empat.com\/?p=338","title":{"rendered":"Metode Alternatif dalam Menafsirkan Ayat-ayat Beredaksi Mirip: Rekonstruksi atas Metode Penafsiran Nashruddin Baidan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-438 alignleft\" src=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Metode-Alternatif-dalam-menafsirkan-222x300.jpg\" alt=\"\" width=\"222\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Metode-Alternatif-dalam-menafsirkan-222x300.jpg 222w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Metode-Alternatif-dalam-menafsirkan-408x550.jpg 408w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Metode-Alternatif-dalam-menafsirkan-371x500.jpg 371w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Metode-Alternatif-dalam-menafsirkan.jpg 621w\" sizes=\"auto, (max-width: 222px) 100vw, 222px\" \/>Metode penafsiran ayat beredaksi mirip yang digagas Nashruddin Baidan dalam bukunya\u201cMetode Penafsiran al-Qur\u2019an: Kajian Kritis terhadap Ayat-ayat Beredaksi Mirip\u201d, belum sepenuhnya berhasil mengungkapkan makna ayat beredaksi mirip secara utuh. Hal ini dikarenakan tujuan utamanya mengungkapkan maksud dan tujuan di balik perbedaan redaksi, sehingga kajiannya berhenti pada aspek perbedaan redaksi. Padahal ayat beredaksi mirip juga memiliki hubungan makna, yang salah satunya dapat diketahui dari persamaan redaksi dan tema ayat beredaksi mirip.<\/p>\n<p>Penelitian ini bersifat kepustakaan (<em>Library Research<\/em>), dengan obyek kajian metode penafsiran Nashruddin Baidan terhadap ayat beredaksi mirip. Bersumber pada data primer buku Nashruddin Baidan berjudul <em>Metode Penafsiran al-Qur\u2019an: Kajian Kritis terhadap Ayat-ayat Beredaksi Mirip<\/em> dan data sekunder berupa karya lain Nashruddin Baidan. Data dikaji dengan metode deskriptif-analitik, dengan pendekatan content analysis dan interpretasi. Dalam menghimpun ayat-ayat beredaksi mirip penulis menggunakan beberapa kitab seperti:<em> \u2018Aun al-Rahm\u00e2n f\u00ee Hifz al-Qur\u2019\u00e2n<\/em> karya Ab\u00ee Dzar al-Qalm\u00fbn\u00ee, <em>Sab\u00eel al-Itq\u00e2n f\u00ee Mutasy\u00e2bih al-Qur\u2019\u00e2n<\/em> karya Muhammad Nasr al-D\u00een Muhammad \u2018Audah dan <em>Ensiklopedi al-Qur\u2019an: Kumpulan Ayat-ayat Beredaksi Mirip<\/em> karya M. Fathoni Dimyati.<\/p>\n<p>Adapun dalam menafsirkan ayat-ayat beredaksi mirip, penulis merujuk kitab-kitab tafsir, seperti: <em>Durrah al-Tanz\u00eel wa Ghurrah al-Ta\u2019w\u00eel<\/em> karya al-Isk\u00e2f\u00ee, <em>al-Burh\u00e2n f\u00ee Tauj\u00eeh Mutasy\u00e2bih al-Qur\u2019\u00e2n<\/em> karya al-Kirm\u00e2n\u00ee, <em>Tafs\u00eer al-Man\u00e2r<\/em> karya Rasy\u00eed Rid\u00e2, <em>al-Tahr\u00eer wa al-Tanw\u00eer<\/em> karya Ibnu \u2018\u00c2sy\u00fbr dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Buku ini menawarkan sebuah metode alternatif dalam menafsirkan ayat-ayat beredaksi mirip, yang diharapkan dapat mengungkapkan makna ayat beredaksi mirip secara utuh, yang terdiri dari lima langkah operasional dan beberapa pendekatan yang digunakan sebagai alat analisa. Langkah-langkah yang dimaksud adalah: mengidentifikasi dan menghimpun ayat beredaksi mirip, membanding-kan persamaan dan perbedaan redaksi ayat beredaksi mirip, mengungkapkan perbedaan makna antar ayat beredaksi mirip, mengungkapkan hubungan makna antar ayat beredaksi mirip dan kesimpulan. Adapun keilmuan yang digunakan sebagai alat analisa adalah: bahasa Arab (kosa kata al-Qur\u2019an, nahwu, saraf dan bal\u00e2ghah), <em>asb\u00e2b al-nuz\u00fbl, qir\u00e2\u2019\u00e2t,<\/em> biografi Nabi Saw. dan <em>mun\u00e2sabah<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metode penafsiran ayat beredaksi mirip yang digagas Nashruddin Baidan dalam bukunya\u201cMetode Penafsiran al-Qur\u2019an: Kajian Kritis terhadap Ayat-ayat Beredaksi Mirip\u201d, belum sepenuhnya berhasil mengungkapkan makna ayat beredaksi mirip secara utuh. Hal ini dikarenakan tujuan utamanya mengungkapkan maksud dan tujuan di balik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-338","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-buku"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=338"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":439,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/338\/revisions\/439"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}