{"id":350,"date":"2020-02-25T20:08:56","date_gmt":"2020-02-25T20:08:56","guid":{"rendered":"http:\/\/a-empat.com\/?p=350"},"modified":"2020-12-28T14:02:33","modified_gmt":"2020-12-28T14:02:33","slug":"implikasi-qiraat-mutawatirah-terhadap-ayat-ayat-ahkam-studi-komparasi-tafsir-al-alusi-dan-ath-thabarsi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/a-empat.com\/?p=350","title":{"rendered":"Implikasi Qir\u00e2\u2019\u00e2t Mutaw\u00e2tirah terhadap Ayat-Ayat Ahk\u00e2m: Studi Komparasi Tafsir Al-Al\u00fbs\u00ee dan Ath-Thabars\u00ee"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-375 alignleft\" src=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cover-Setyawan-209x300.jpg\" alt=\"\" width=\"209\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cover-Setyawan-209x300.jpg 209w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cover-Setyawan-383x550.jpg 383w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cover-Setyawan-348x500.jpg 348w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cover-Setyawan.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 209px) 100vw, 209px\" \/>Setelah dilakukan analisis dan penelitian terhadap kedua tafsir ini dengan mengambil beberapa contoh penafsiran ayat-ayat ahk\u00e2m, dapat disimpulkan bahwa keduanya menggunakan perbedaan qir\u00e2\u2019\u00e2t sebagai sarana untuk mengambil istimbath hukum dari ayat, walaupun terkadang keduanya tetap memegang mazhabnya, dan seolah perbedaan qir\u00e2\u2019\u00e2t tersebut sebagai legitimasi atas mazhabnya, namun tidak jarang mereka tetap sunjektif menggunakan qir\u00e2\u2019\u00e2t yang sesuai dengan dalil yang shah\u00eeh walaupun tidak sesuai dengan mazhabnya. Hal ini membuktikan bahwa ath-Thabars\u00ee yang bermazhab Syi\u2018ah im\u00e2miyah tidak selalu sepakat dengan pemahaman Syi\u2018ah teruama dalam masalah qir\u00e2\u2019\u00e2t Al-Qur\u2019an. Kedua mufassir ini menggunakan qir\u00e2\u2019\u00e2t sebagai salah satu instrument penafsiran pada ayat yang memiliki perbedaan bacaan, apabila perbedaan tersebut mempengaruhi makna ayat, maka keduanya akan menggunakannya sebagai sarana penafsiran, namun jika tidak maka mereka hanya menyebutkan perbedaan dan tidak membahasnya.<\/p>\n<p>Perbedaan mazhab akan berdampak kepada perbedaan masalah lainnya, begitu juga dengan kedua mufassir yang menjadi objek penelitian pada buku ini, yaitu al-Al\u00fbs\u00ee yang bermazhab Sunn\u00ee dengan tafsirnya \u201cRuh al-Ma\u2018\u00e2ni f\u00ee tafs\u00eer Al-Qur\u2019an al-\u2018Ahz\u00eem wa as-Sab\u2018 al-Mats\u00e2n\u00ee\u201d dan ath-Thabars\u00ee yang bermazhab Syi\u2018ah dengan tafsirnya \u201cmajma\u2018 al-Bay\u00e2n f\u00ee Tafs\u00eer Al-Qur\u2019\u00e2n\u201d. Diantara perbedaan kedua mazhab tersebut adalah tentang orisinalitas Al-Qur\u2019an dan juga kedudukan qir\u00e2\u2019\u00e2t didalamnya, mazhab Sunn\u00ee sepakat akan keorisinalitas Al-Qur\u2019an yang ada saat ini dan sebagai panduan yang sah, serta mengakui adanya perbedaan qir\u00e2\u2019at didalamnya, adapun Syi\u2018ah\u00a0 sebagian mereka meragukan orisinalitas Al-Qur\u2019an serta menolak adanya perbedaan qir\u00e2\u2019\u00e2t didalamnya, adapun ath-Thabars\u00ee dalam tafsirnya menunjukkan bahwa ia mengakui adanya perbedaan qir\u00e2\u2019\u00e2t ini dan bahkan dijadikan sebagai salah satu sarana dalam penafsirannya, hal ini sama dengan pemahaman al-Al\u00fbs\u00ee, keduanya juga sepakat bahwa perbedaan itu bersumber dari Rasulullah Saw, itu artinya keduanya memiliki kesamaan dalam masalah ini. Hal ini menarik untuk diteliti sejauh mana kedudukan serta implikasi qira\u2019at terhadap kedua mufassir yang berbeda mazhab ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah dilakukan analisis dan penelitian terhadap kedua tafsir ini dengan mengambil beberapa contoh penafsiran ayat-ayat ahk\u00e2m, dapat disimpulkan bahwa keduanya menggunakan perbedaan qir\u00e2\u2019\u00e2t sebagai sarana untuk mengambil istimbath hukum dari ayat, walaupun terkadang keduanya tetap memegang mazhabnya, dan seolah perbedaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-350","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-seri-tesis"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=350"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":374,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/350\/revisions\/374"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}