{"id":676,"date":"2021-08-29T23:16:32","date_gmt":"2021-08-29T23:16:32","guid":{"rendered":"http:\/\/a-empat.com\/?p=676"},"modified":"2021-08-31T05:56:57","modified_gmt":"2021-08-31T05:56:57","slug":"naskah-al-manhal-al-adhb-li-dhikr-al-qalb-kajian-atas-dinamika-perkembangan-ajaran-tarekat-naqshabandiyah-al-khalidiyah-di-minangkabau","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/a-empat.com\/?p=676","title":{"rendered":"Naskah al-Manhal al-\u2018Adhb li-Dhikr al-Qalb: Kajian atas Dinamika Perkembangan Ajaran Tarekat Naqshabandiyah al-Khalidiyah di Minangkabau"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-681 alignleft\" src=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Naskah-al-Manhal-gb-212x300.jpg\" alt=\"\" width=\"212\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Naskah-al-Manhal-gb-212x300.jpg 212w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Naskah-al-Manhal-gb-388x550.jpg 388w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Naskah-al-Manhal-gb-353x500.jpg 353w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Naskah-al-Manhal-gb.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 212px) 100vw, 212px\" \/><\/p>\n<p>Buku ini berasal dari tesis penulis yang berjudul \u201cNaskah al-Manhal al-\u2018Adhb li-Dhikr al-Qalb: Kajian atas Dinamika Perkembangan Ajaran Tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Minangkabau\u201d. Penyusunan tesis tersebut merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dalam program studi Filologi Islam pada Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.<\/p>\n<p>Berdasarkan temuan dan analisis terhadap sumber-sumber yang diperoleh, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah masuk ke Nusantara, khususnya Minangkabau pada awal abad 19 M atas pengaruh dan jasa Shaykh Ism\u0101\u2018\u012bl al-Kh\u0101lid\u012b al-Minangkabaw\u012b. Ajaran tarekat Naqsahabandiyah Khalidiyah masuk ke Minangkabau melalui kawasan pantai Timur Sumatera Barat melewati Singapura dan Riau.<\/p>\n<p>Anggapan yang mengatakan bahwa tarekat Naqshabandiyah masuk ke Minangkabau pada awal abad 17 M adalah hal yang masih diragukan, karena tidak ada bukti yang kuat menunjukan hal itu. Begitu juga, anggapan Shaykh Ism\u0101\u2018\u012bl al-Kh\u0101lid\u012b al-Minangkabaw\u012b langsung membawa dan mengembangkan ajaran tarekat Naqshabandiyah di Minangkabau adalah lemah, karena juga tidak memiliki argumentasi dan bukti yang kuat. Shaykh Ism\u0101\u2018\u012bl al-Kh\u0101lid\u012b al-Minangkabaw\u012b semenjak meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu ke tanah suci, diduga kuat tidak kembali ke kampung halamannya di Simabur untuk berkarir dalam kapasitasnya sebagai tokoh tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah. Dia lebih memilih Singapura dan kerajaan Riau di Pulau Penyengat untuk menetap sekaligus mengajarkan dan mengembangkan ajaran tarekat Naqshabandiyah, sebelum akhirnya memutuskan kembali lagi ke tanah suci dan menghabiskan sisa hidupnya di Makkah. Salah satu penyebab kembalinyanya Ism\u0101\u2018\u012bl al-Kh\u0101lid\u012b al-Minangkabaw\u012b ke tanah suci untuk kedua kalinya adalah rasa kecewanya kepada Raja Mu\u1e25ammad Y\u016bsuf setelah dibai\u2018at menjadi pengikut sekaligus khalifah tarekat Naqshabandiyah Muzhariyah di Madinah oleh Mu\u1e25ammad \u1e62\u0101lih al-Zawaw\u012b. Ajaran tarekat Naqsahabandiyah Khalidiyah dikembangkan kemudian secara lebih komprehensif oleh ulama-ulama Minangkabau yang langsung mendapat bai\u2018at dan ijazah tarekat dari Jabal Qubays di Makkah yang mayoritas mereka menerima ba\u2018iat dari shayk Sulaym\u0101n al-Zuhd\u012b di Makkah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buku ini berasal dari tesis penulis yang berjudul \u201cNaskah al-Manhal al-\u2018Adhb li-Dhikr al-Qalb: Kajian atas Dinamika Perkembangan Ajaran Tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Minangkabau\u201d. Penyusunan tesis tersebut merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dalam program studi Filologi Islam pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seri-tesis"],"jetpack_featured_media_url":"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Naskah-al-Manhal-gb.jpg","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=676"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":683,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/676\/revisions\/683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/681"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}