{"id":725,"date":"2022-08-23T05:48:03","date_gmt":"2022-08-23T05:48:03","guid":{"rendered":"https:\/\/a-empat.com\/?p=725"},"modified":"2022-08-23T05:48:03","modified_gmt":"2022-08-23T05:48:03","slug":"nusantara-bertauhid","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/a-empat.com\/?p=725","title":{"rendered":"Nusantara Bertauhid"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-726 alignleft\" src=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mahrusillah-gb-212x300.jpg\" alt=\"\" width=\"212\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mahrusillah-gb-212x300.jpg 212w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mahrusillah-gb-388x550.jpg 388w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mahrusillah-gb-353x500.jpg 353w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mahrusillah-gb.jpg 506w\" sizes=\"auto, (max-width: 212px) 100vw, 212px\" \/><\/p>\n<p>Masyarakat Nusantara mengakui madzhab\u00a0teologi salaf Asy\u2019ariyah. Dikenal dengan sifat 20. Senandung sya\u2019ir <em>wujud, qidam, baqa\u2019 <\/em>dan seterusnya sering terdengar dari pengeras suara majlis taklim, mushalla dan masjid. Hal ini menandakan\u00a0bahwa mayoritas muslim Indonesia menganut kajian Tauhid Imam Abu Hasan Al-Asy\u2019ari.<\/p>\n<p>Akan tetapi dewasa ini muncul pemikiran baru dari luar Indonesia yang menyatakan pemikiran teologi Asy\u2019ariyah berada dalam keses<\/p>\n<p>atan dan menyangkakan para ulama\u2019 Asy\u2019ariyah melakukan penodaan terhadap agama dan menghina kesucian Allah. Anggapan ini sangat tidak berdasar karena mereka tidak mengerti secara mendalam hakikat madzhab Asy\u2019ariyah serta tidak mengenal siapakah ulama\u2019 Asy\u2019ariyah yang merumuskan kajian akidah dari al-Qur\u2019an dan hadis. Ketidak-mengertian mereka terhadap madzhab Asy\u2019ariyah adalah penyebab perpecahan, hingga saat ini mereka menganggap madzhab Asy\u2019ariyah sebagai golongan yang sesat.<\/p>\n<p>Sejak ratusan tahun lalu, ulama Asy\u2019ariyah merupakan ulama yang menjadi petunjuk hidayah bagi umat. Mereka adalah orang berilmu tinggi yang diakui kemuliaannya dari timur ke barat. Mereka ini yang disebut ulama\u2019 ahlu sunnah wal jama\u2019ah yang mengkanter penyebaran aliran <em>mu\u2019tazilah<\/em>. Ibnu Taimiyah termasuk penganut Asy\u2019ariyah, beliau berkata dalam kumpulan fatwanya: \u201c<em>Ulama adalah para penolong ilmu agama, sedangkan ulama\u2019 Asy\u2019ariyah adalah penolong akidah agama<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>Pengikut Asy\u2019ariya<\/p>\n<p>h merupakan perkumpulan ulama hadis seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani, ulama fiqh seperti Imam Nawawi, dan ulama tafsir seperti Imam Qurhubi. Kebaikan apa yang diharapkan bila seseorang menuduh para ulama yang mulia dan para pendahulu yang sholih dengan anggapan sesat dan menyimpang dari ajaran yang benar? Bagaimana Allah akan membuka hati mereka untuk dapat mengambil ilmu mereka, jika mereka menyakini bahwa dalam ilmu-ilmu ulama ahlu sunnah wal jama\u2019ah terdapat penyimpangan dari ajaran Islam?<\/p>\n<p>Syeikh Muhammad al Maliki berkata \u201cApakah ada ulama bergelar Doktor atau Profesor di zaman ini yang merasa mampu menempati posisi Syeikh Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam Nawawi dalam melayani sunnah Nabi dengan kajiannya dan hasil ijtihadnya? Lalu bagaimana mereka menuduh keduanya (Syeikh Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam Nawawi) dan ulama madzhab Asy\u2019ariyah lainnya dengan sesat, sedangkan mereka membutuhkan ilmu dari para pendahulu? Imam Ibnu Sirin berkata: \u201c<em>Sesungguhnya ilmu adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>Tidak cukup bagi mereka yang menghardik ulama terdahulu dan mengatakan: \u201c<em>Sesungguhnya mereka (ulama Asy\u2019ariyah) telah b<\/em><em>erijtihad lalu mereka salah dalam mentakwil sifat-sifat, maka lebih baik mereka (ulama) untuk tidak mengikuti jalan yang salah\u201d<\/em>. Para penghardik sangat benci terhadap seseorang yang menyebut dan mengakui ulama Asy\u2019ariyah adalah ahlu sunnah wal jama\u2019ah. Jika Imam an Nawawi, Imam al Asqalani, al Qurthubi, Imam al Baqilani, Imam al Fakhr ar Razi, Imam al-Haitami, Imam Zakariya al-Anshari dan ulama-ulama besar lainnya tidak termasuk bagian dari ahli sunnah wal jama\u2019ah, lalu siapakah ahli sunnah?<\/p>\n<p>Berharap kepada orang-orang yang kecimpung dalam urusan da\u2019wah Islam, takutlah kalian kepada Allah dalam umat Muhammad, terlebih dalam urusan para ulamanya yang mulia, karena umat Muhammad tetap berada dalam kebaikan hingga datangnya hari kiamat. Dan tidak ada kebaikan bagi kita, jika kita tidak mengenal derajat dan kemuliaan para ulama kita.<\/p>\n<p>Penulisan buku akidah Salaf Asy\u2019ariyah untuk dijadikan modul pembelajaran ilmu Tauhid di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah KH. Muhammad Zarkasyi. Rawalini Teluknaga Tangerang Banten dengan tujuan sebagai langkah penguatan akidah Ahlussunnah wal Jama\u2019ah Asy\u2019ariyah yang dianut oleh mayoritas rakyat Indonesia, bukan untuk menghakimi mereka yang berfaham <em>mujasimah<\/em> dan <em>mu\u2019tazilah<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat Nusantara mengakui madzhab\u00a0teologi salaf Asy\u2019ariyah. Dikenal dengan sifat 20. Senandung sya\u2019ir wujud, qidam, baqa\u2019 dan seterusnya sering terdengar dari pengeras suara majlis taklim, mushalla dan masjid. Hal ini menandakan\u00a0bahwa mayoritas muslim Indonesia menganut kajian Tauhid Imam Abu Hasan Al-Asy\u2019ari. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-725","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-buku"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=725"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":727,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/725\/revisions\/727"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}