{"id":755,"date":"2022-08-23T06:22:48","date_gmt":"2022-08-23T06:22:48","guid":{"rendered":"https:\/\/a-empat.com\/?p=755"},"modified":"2022-08-23T06:22:48","modified_gmt":"2022-08-23T06:22:48","slug":"studi-pemikiran-hadis-abu-rayyah-dalam-kitab-adwa-ala-al-sunnah-al-muhammadiyyah","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/a-empat.com\/?p=755","title":{"rendered":"Studi Pemikiran Hadis Abu Rayyah dalam Kitab Adwa \u2018ala al-Sunnah al-Muhammadiyyah"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-756 alignleft\" src=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pahrudin-gb-213x300.jpg\" alt=\"\" width=\"213\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pahrudin-gb-213x300.jpg 213w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pahrudin-gb-390x550.jpg 390w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pahrudin-gb-354x500.jpg 354w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pahrudin-gb.jpg 717w\" sizes=\"auto, (max-width: 213px) 100vw, 213px\" \/><\/p>\n<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis pemikiran Mahmud Abu Rayyah (w. 1971 M) terhadap hadis dalam kitabnya <em>Adwa \u2018Ala al-Sunnah al-Muhammadiyyah<\/em>.<\/p>\n<p>Inti penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Abu Rayyah terhadap penolakan otoritas dan autentisitas hadis dalam kitabnya pada dasarnya bisa dikategorikan ke dalam dua hal; <em>pertama<\/em>, kritik terhadap otoritas hadis dan proses periwayatannya yang mencakup reduksi terhadap definisi sunnah, proses periwayatan dengan makna dan pelarangan penulisan hadis. <em>Kedua<\/em>, tidak percaya terhadap kredibilitas para rawi hadis terutama kredibilitas Abu Hurayrah (w. 57 H) sebagai <em>sahabat<\/em> dengan kuantitas periwayatan terbanyak dan kredibilitas al-Bukhari (w. 256 H) sebagai penyusun kitab yang dianggap paling <em>sahih<\/em>. Namun setelah dianalisis, argumentasi yang disampaikan Abu Rayyah tidak kokoh dan rancu disebabkan karena kurang teliti, penukilan yang keluar dari konteks dan asumsi yang terlalu dini.<\/p>\n<p>Hasil penelitian ini membantah pendapat Juynboll (w. 2010 M) (<em>The Authenticity of the Tradition Literature; Discussions in Modern Egypt) <\/em>dan al-Sayyid Murtada al-Ridawi (<em>Ma\u2019a Rijal al-Fikr Fi al-Qahirah<\/em>) yang menyatakan bahwa argumentasi kritik Hadis Abu Rayyah merupakan pemikiran original sebagai seorang muslim kritis, tidak dipengaruhi pemikiran orientalis skeptis sedikitpun. Sebaliknya, sebaliknya temuan penelitian ini memperkuat pendapat Mustafa Siba\u2018i (w. 1986 M) (<em>al-Sunnah wa Makanatuha fi al-Tashri&#8217;<\/em>), Abu Shahbah (w. 1986 M), (<em>Difa \u2019An al-Sunnah Wa Radd Shubah al-Mustashriqin Wa al-Kuttab al-Mu\u2019asirin<\/em>) dan \u2018Ali Mustafa Yaqub (w. 2016 M) (<em>Kritik Hadis<\/em>) yang menegaskan bahwa Abu Rayyah mengambil teori-teori yang dikembangkan oleh orientalis dan sengaja melakukan kecurangan akademik dalam penukilan sumber rujukannya. Mayoritas pemikiran hadis Abu Rayyah bersumber dari pemikiran Ignaz Goldziher (w. 1921 M), Ahmad Amin (w. 1954 M), Tawfiq Sidqi (w. 1920 M) dan Rasid Rida (w. 1935 M).<\/p>\n<p>Bentuk Penelitian ini adalah deskriptif-analitik. Penelitian kepustakaan (<em>library research<\/em>) ini sumber primernya adalah kitab <em>Adwa\u00a0\u2018Ala al-Sunnah al-Muhammadiyyah<\/em> karya Mahmud Abu Rayyah dengan menggunakan metode <em>Content Analysis<\/em> (analisis isi) untuk kategorisasi pemikiran Abu Rayyah dalam kitab <em>Adwa<\/em> dan <em>Cross Reference\/al-Muqaranah<\/em> (perbandingan) dalam menganalisis argumentasi yang ia sampaikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis pemikiran Mahmud Abu Rayyah (w. 1971 M) terhadap hadis dalam kitabnya Adwa \u2018Ala al-Sunnah al-Muhammadiyyah. Inti penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Abu Rayyah terhadap penolakan otoritas dan autentisitas hadis dalam kitabnya pada dasarnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-755","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-seri-disertasi"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=755"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":757,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/755\/revisions\/757"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}