{"id":758,"date":"2022-08-23T06:25:11","date_gmt":"2022-08-23T06:25:11","guid":{"rendered":"https:\/\/a-empat.com\/?p=758"},"modified":"2022-08-23T06:25:11","modified_gmt":"2022-08-23T06:25:11","slug":"tafsir-simbolis-sufi-antara-ibn-arabi-dan-al-qushayri","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/a-empat.com\/?p=758","title":{"rendered":"Tafsir Simbolis Sufi: Antara Ibn \u2018Arab\u012b dan Al-Qushayr\u012b"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-759 alignleft\" src=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Firdaus-gb-211x300.jpg\" alt=\"\" width=\"211\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Firdaus-gb-211x300.jpg 211w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Firdaus-gb-388x550.jpg 388w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Firdaus-gb-352x500.jpg 352w, http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Firdaus-gb.jpg 583w\" sizes=\"auto, (max-width: 211px) 100vw, 211px\" \/><\/p>\n<p>Karakter dari penafsiran simbolis Ibn \u2018Arab\u012b dan Al-Qushayr\u012b\u00a0berbeda. Jika Ibn \u2018Arab\u012b sangat simbolis dan sukar dipahami orang awam yang tidak mempunyai dasar keilmuan tasawuf dan filsafat, sedangkan Al-Qushayr\u012b\u00a0di bawah level Ibn \u2018Arab\u012b dan cenderung masih bisa dipahami. Bahkan membandingkan dua kitab yang digunakan untuk melihat penafsiran simbolis Ibn \u2018Arab\u012b saja sudah berbeda. Dalam kitabnya <em>Tafs\u012br Ibn \u2018Arab\u012b<\/em> dan <em>al-Fut\u016b\u1e25\u0101t<\/em> <em>al-Makiyyah <\/em>terlihat sangat simbolis. Hal ini akan terlihat dari penafsirannya tentang Al-Anbiy\u0101\u2019 ayat 30 yang membicarakan tentang langit dan bumi dulunya bersatu kemudian berpisah. Ibn \u2018Arab\u012b dalam kitabnya tersebut menafsirkan langit dan bumi sebagai penciptaan manusia di mana berasal dari satu tetes mani (<em>nu\u1e6dfah<\/em>) yang kemudian berpisah adalah maksudnya berkembang muncul anggota tubuh yang lain. Bahkan dalam <em>al-Fut\u016b\u1e25\u0101t <\/em>Ibn \u2018Arab\u012b menyinggung nama-nama zodiak yang ada dua belas. Sedangkan dalam penafsirannya dalam kitab <em>Ra\u1e25mah min al-Ra\u1e25m\u0101n fi Tafs\u012br wa Ish\u0101r\u0101t al-Qur\u2019\u0101n <\/em>masih menyinggung tentang penciptaan alam bahwa yang dimaksud dipisah bumi dan langit adalah dipisah menjadi tujuh pada langit dan bumi. Untuk yang terakhir dalam penafsirannya Al-Qushayr\u012b dalam <em>La\u1e6d\u0101\u2019if al-Ish\u0101r\u0101t<\/em> mengaitkan dengan keraguan orang kafir atas kekuasaan Allah dapat membangkitkan orang yang sudah mati pada Hari Kiamat nanti. Kemudian hal itu dijawab Allah dengan menyatakan bahwa dirinya mampu untuk membuat langit dan bumi apalagi membangkitkan orang yang sudah mati. Jadi Al-Qushayr\u012b membahas kekuasaan Allah dan masih dalam konteks makna zahir yaitu penciptaan alam. Meskipun sama-sama membahas bahwa air yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah <em>nu\u1e6dfah <\/em>sebagai asal dari makhluk hidup.<\/p>\n<p>Perbedaan makna simbolis dalam penafsirannya tidak lepas dari karakter dari pemikiran sufi keduanya. Ibn \u2018Arab\u012b sebagai pembesar dalam mazhab tafsir na\u1e93ar\u012b membuatnya mempunyai penafsiran yang cukup rumit dan terkadang membutuhkan penjelasan lebih lanjut tentang istilah yang ia gunakan. Karena seringkali mengaitkan dengan teori-teori yang ia adopsi dari filsafat. Makanya Fahd mengkategorikan penafsiran Ibn \u2018Arab\u012b sebagai <em>tafs\u012br al-ramz\u012b<\/em> (tafsir simbolis) yang ungkapannya sangat simbolis dan sukar dipahami, bahkan terkadang dekat dengan <em>sha\u1e6da\u1e25\u0101t<\/em> yang dilakukan oleh para sufi ekstrim, seperti al-Bus\u1e6d\u0101m\u012b dan al-\u1e24allaj. Sedangkan Al-Qushayr\u012b, banyak dikenal sebagai tokoh tasawuf yang moderat sehingga dalam pemikirannya pun cenderung tasawuf amali yang selalu berpegang teguh pada amalan-amalan syariat. Makanya dalam penafsiran simbolisnya pun tidak terlihat seperti Ibn \u2018Arab\u012b yang sukar dipahami, namun cenderung masih bisa dipahami untuk orang yang pemahaman tasawufnya tidak terlalu tinggi. Al-Qushayr\u012b\u00a0sepertinya terlihat ingin penafsirannya juga dipahami oleh masyarakat pada umumnya dengan membawa nuansa tasawuf yang bisa mendekatkan diri kepada Allah. Ia menekankan untuk mencapai puncak spiritual maka harus menjalani seluruh amalan syariat terlebih dahulu dan tidak ada jalan pintas untuk mencapai tingkat tertinggi tersebut, bahkan para nabi sekalipun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karakter dari penafsiran simbolis Ibn \u2018Arab\u012b dan Al-Qushayr\u012b\u00a0berbeda. Jika Ibn \u2018Arab\u012b sangat simbolis dan sukar dipahami orang awam yang tidak mempunyai dasar keilmuan tasawuf dan filsafat, sedangkan Al-Qushayr\u012b\u00a0di bawah level Ibn \u2018Arab\u012b dan cenderung masih bisa dipahami. Bahkan membandingkan dua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-758","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-seri-tesis"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=758"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":760,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/758\/revisions\/760"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}