{"id":227,"date":"2020-02-21T00:28:56","date_gmt":"2020-02-21T00:28:56","guid":{"rendered":"http:\/\/a-empat.com\/?p=227"},"modified":"2021-01-06T10:14:47","modified_gmt":"2021-01-06T10:14:47","slug":"cyber-terrorism-dalam-tinjauan-hukum-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a-empat.com\/?p=227","title":{"rendered":"Cyber Terrorism dalam Tinjauan Hukum Islam"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-228 alignleft\" src=\"http:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Sayyid-Qutub-221x300.jpg\" alt=\"\" width=\"207\" height=\"281\" srcset=\"https:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Sayyid-Qutub-221x300.jpg 221w, https:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Sayyid-Qutub-405x550.jpg 405w, https:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Sayyid-Qutub-368x500.jpg 368w, https:\/\/a-empat.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Sayyid-Qutub.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 207px) 100vw, 207px\" \/>Penelitian ini membuktikan bahwa meluasnya jaringan terorisme internasional tidak terlepas dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan miskonsepsi hukum Islam. Teroris memanfaatkan teknologi Internet untuk melakukan berbagai aksinya menghancurkan mental musuhnya. Bentuk dari <em>cyber terrorism<\/em> tersebut adalah pengendalian dan pengelolaan jaringan terorisme melalui Internet ke seluruh dunia dengan landasan Islam yang non-syar\u2019i. Motivasi dari aksi<em> cyber terrorism<\/em> adalah untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu dengan tujuan melumpuhkan infrastruktur secara internasional, menekan, dan mengintimidasi kegiatan pemerintah serta masyarakat sipil dalam rangka menunjukkan eksistensinya di panggung dunia, bukan atas dasar nilai-nilai Islam yang luhur untuk tegaknya masyarakat madani. Oleh sebab itu, <em>cyber terrorism<\/em> haram dilakukan karena mengganggu eksistensi negara.<\/p>\n<p>Pelaku <em>cyber terrorism<\/em> hanya bersifat menakut-nakuti orang, membuat ketegangan, dan mengganggu keamanan, maka hukum Islam mengualifikasikan tindak pidana <em>cyber terrorism<\/em> ke dalam kategori <em>hirabah<\/em>. Namun atas unsur tersebut para <em>muharib<\/em> hanya diberi hukuman pengasingan, karena <em>muharib<\/em> tidak membunuh orang. Pendapat Imam Abu Hanifah dan Ahmad bin Hanbal di dasarkan atas firman Allah SWT QS. al-Maidah 5: 33. Menurut Imam Syafi\u2019i hukumannya adalah<em> ta\u2019zir<\/em> atau diasingkan, sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa penguasa berhak memilih antara menghukum mati <em>muharib<\/em>, menyalibkan, memotong tangan, atau mengasingkan. Menurut Imam tersebut, lamanya masa pengasingan tidak ditentukan. <em>Muharib<\/em> akan terus ditahan sampai ia terlihat<br \/>\nbertaubat dan sikapnya menjadi baik, barulah ia dibebaskan. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa lamanya masa pengasingan adalah satu tahun, dianalogikan dengan hukuman pengasingan atas tindak pidana zina.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian ini membuktikan bahwa meluasnya jaringan terorisme internasional tidak terlepas dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan miskonsepsi hukum Islam. Teroris memanfaatkan teknologi Internet untuk melakukan berbagai aksinya menghancurkan mental musuhnya. Bentuk dari cyber terrorism tersebut adalah pengendalian dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-227","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-seri-disertasi"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=227"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":229,"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/227\/revisions\/229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a-empat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}