Dari Ahl al-‘Aql Menuju Ulū al-Albāb

Rp100,000.00

Buku ini sejatinya masih lanjutan dari buku-buku sebelumnya yang menjelaskan tentang makna dan rahasia di balik keindahan redaksi al-Qur’an. Buku ini lebih banyak menyorot rahasia dan pesan-pesan tersembunyi di balik keindahan redaksi ayat-ayat al-Qur’an agar bisa menjadi tuntunan bagi manusia untuk menempuh jalan kebaikan.

Description

Penulis: Dr. Syofyan Hadi, S.S., M.Ag., M.A.Hum.

viii + 255 halaman | 14,8 cm x 21 cm

 

Ahl al-‘aql (أهل العقل) adalah mereka yang memiliki daya nalar yang tajam, logika yang  benar dan analisa yang baik. Ahlu al-‘aql (العقل) bersifat umum baik dari orang beriman maupun orang yang tidak beriman. Adapun ulu al-albab (أولو الألباب) adalah mereka yang tidak saja memiliki ketajaman logika, namun juga memiliki ketajaman mata hati yang mana mereka bisa mengetahui apa yang kadang tidak bisa terlihat dan diketahui oleh ahl al-‘aql. Karena itu, kelompok ulu al-albab ini besifat khusus hanya dari orang-orang beriman saja. Demikian seperti disebutkan dalam firman-Nya surat al-Thalaq [65]: 10. Karena itu, ketika Allah swt menjelaskan banyak tanda kebesaran Allah swt seperti penciptaan langit dan bumi, perbedaan siang dan malam, kapal yang sebesar gunung berlayar di lautan, air yang turun dari langit, menghidupkan bumi setelah matinya, tersebarnya beragam jenis hewan di muka bumi, angin yang berputar dan selalu berubah arah, awan yang dijinakan, maka semua tanda yang banyak itu disebutkan untuk menjadi pelajaran bagi ahl al-‘aql. Demikian seperti terlihat dalam penutup ayat la ayatin li qaumin ya’qilun (لَأٓيَٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَعۡقِلُونَ) “tanda-tanda bagi orang yang berakal”. (Q.S al-Baqarah [2]: 164). Namun, ketika Allah swt menyebutkan dua tanda kebesan-Nya, yaitu penciptaan langit dan bumi, serta perbedaan siang dan malam, maka Allah swt menutup ayat-Nya dengan menyebut dua perkara itu sebagai tanda bagi la ayatin li uli al-albab (لَأٓيَٰتٍ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ) (أولو الألباب). (QS Ali Imran [3]: 190)

Kenapa untuk ahl al-‘aql disebutkan banyak tanda, sementara untuk ulu al-albab hanya disebukan dua tanda saja? Demikian memberi kesan bahwa ahl al-‘aql masih memerlukan banyak tanda untuk mendapatkan kebenaran, sementara ulu al-albab tidak perlu banyak tanda untuk menemukan kebenaran. Bagi ulu al-albab cukup satu atau dua tanda saja, selanjtnya mereka cukup dengan isyarat saja dan mereka pun mampu menangkap kebanaran tanpa harus dijelaskan secara detail dan rinci.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Dari Ahl al-‘Aql Menuju Ulū al-Albāb”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

f
1942 Amsterdam Ave NY (212) 862-3680 chapterone@qodeinteractive.com

Error: Contact form not found.

Free shipping
for orders over 50%