Description
Penulis: Dr. Syofyan Hadi, S.S., M.Ag., M.A.Hum.
viii + 242 halaman | 14,8 cm x 21 cm
Ketika Allah swt menyebutkan sifat-Nya yang Maha Mengetahui semua perkataan yang di langit (القول), maka kata “langit” diungkapkan dengan diksi sama’ (السماء). Demikian seperti disebutkam dalam firman-Nya surat al-Biya’ [21]: 4
قَالَ رَبِّي يَعۡلَمُ ٱلۡقَوۡلَ فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ (4)
Artinya: “Berkatalah Muhammad (kepada mereka): “Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.”
Namun, ketika Allah stw menjelaskan sifat-Nya Maha Mengetahui rahasia langit (السر), maka kata “langit” diksinya adalah samawat (السومات). Demikian seperti disebutkan dalam surat al-Furqan [25]: 6, Allah swt berfirman;
قُلۡ أَنزَلَهُ ٱلَّذِي يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ إِنَّهُۥ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً (6)
Artinya: “Katakanlah: “Al Qur’an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.””
Demikian karena perkataan (القول) adalah ucapan dalam bentuk umum yang mencakup semua bentuk ucapan, dan karena itu lebih tepat dengan pilihan sama’ (السماء) yang juga menunjukan makna umum. Sementara perkataan rahasia (السر) adalah ucupan dalam bentuk lebih khusus yaitu ucapan di tempat terbatas dan kepada orang terbatas. Karena itu, pilihan kata samawat (السموات) adalah tepat tepat, karena kata samawat (السموات) juga menunjukan makna tempat khusus dengan aktifitas khusus.








Reviews
There are no reviews yet.