Tipologi Beragama Guru Pendidikan Agama Islam Inklusif dan Moderatif di Bangka dan Belitung (segera terbit)

Penulis: Dr. Nurlaila Supardi, S.Pd.I., M.Pd.
Halaman: x + 227
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Harga: Rp. 108.500

 

Buku ini menggunakan pendekatan sosiologi pendidikan dengan subyek studi guru PAI di Bangka Belitung. Penulisan ini merupakan penulisan mix methods dengan desain sequential exploratory. Pengumpulan data pada fase kualitatif dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan focus group discussion terhadap para guru PAI. Selanjutnya data dianalisis dengan model analisis Miles and Huberman menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Adapun pada fase kuantitatif data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada guru PAI untuk menguji hipotesis  hubungan antara tipe beragama dengan keberagamaan guru PAI. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji ANOVA. Selanjutnya penyajian data menggunakan teknik narasi yaitu menggunakan data sebagai penjelas teori. Adapun teori yang dirujuk antara lain teori konstruksi sosial Peter L. Berger (1991), konsep ekslusif, inklusif, pluralis Alwi Shihab (1999), teori keberagamaan Glock and Stark (1965) dan teori pembelajaran sosial Albert Bandura (1977).

Temuan penulisan menunjukkan bahwa pertama, ada tiga jenis tipe beragama yang dianut guru PAI di Bangka Belitung yaitu ekslusif, inklusif dan pluralis. Tipe beragama yang dominan adalah tipe inklusif. Perbedaan tipe yang ditunjukkan guru PAI dilatarbelakangi oleh cara guru PAI menafsirkan teks-teks keagamaan, pendapat guru pengajian yang diikuti, dan kearifan lokal yang ada di Bangka Belitung. Kedua, tipe inklusif diinternalisasikan kepada siswa di sekolah melalui metode konvensional. Ketiga, tipe beragama yang dianut guru PAI memiliki pengaruh terhadap keberagamaan. Berdasarkan hasil uji komparasi melalui ANOVA perbedaan keberagamaan dilihat dari tipe beragama menunjukkan signifikansi sebesar sig= 0,046 (p˂0,05) yang berarti bahwa tipe baik  inklusif, ekslusif maupun pluralis memiliki pengaruh terhadap keberagamaan.

Hasil buku ini sejalan dengan Hayadin dkk (2019) bahwa guru pendidikan agama di Indonesia memiliki pemahaman beragama yang inklusif. Penulisan ini juga sejalan dengan Alwi Shihab (1999) bahwa muslim yang inklusif tidak merendahkan agama lain dan mendukung Amin Abdullah (2021) bahwa pembelajaran agama saat ini cenderung literate kepada agamanya sendiri. Buku ini berbeda dengan temuan PPIM (2016) yang menyatakan bahwa banyak guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia eksklusif dan bersikap tak toleran terhadap kelompok yang berbeda paham dengan mereka, baik Islam maupun non-Islam.

Buku ini bertujuan untuk menemukan teori terbentuknya tipe beragama guru PAI dan internalisasinya kepada peserta didik dalam konteks pendidikan agama Islam di sekolah. Buku ini telah melalui penulisan selama 2019 hingga 2023. Buku ini juga bertujuan untuk menunjukkan pengaruh tipe beragama guru PAI terhadap keberagamaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *