Transformasi Manajemen Pesantren Penghafal Al-Qur’an di Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus

Saya sampaikan selamat kepada Saudara Dr. Ir. Agus Priyatno, MM. yang telah menyelesaikan karya buku yang mengulas tentang perkembangan salah satu pesantren di Kota Kudus Jawa Tengah, dari sejak pesantren ini berdiri hingga berkembang menjadi sebuah pesantren besar saat ini. Buku ini diangkat dan dikembangkan dari disertasi penulis ketika menyelesaikan Program Doktor/S3 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) beberapa waktu yang lalu.

Pasang surut dan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan termasuk pesantren di dalamnya, merupakan seni dari keberadaan lembaga pendidikan. Disadari bahwa lembaga pendidikan di manapun, dalam perkembangan dan kehidupannya akan sangat tergantung dari ketertarikan masyarakat untuk menggunakan layanan pendidikan yang disiapkan oleh lembaga tersebut. Oleh karena itu, penyiapan program diusahakan sedemikian menarik, agar animo masyarakat untuk memanfaatkan jasa layanan dari lembaga pendidikan tersebut semakin besar. Lembaga-lembaga pendidikan termasuk di dalamnya pondok-pondok pesantren, selalu menawarkan program-program unggulan yang sudah atau akan dimilikinya, kepada masyarakat calon penggunanya.

Hasil penelitian , yang dituangkan di dalam disertasi yang ditulis dalam buku ini menjelaskan bagaimana perkembangan pesantren di Kota Kudus yang dijadikan obyek penelitiannya. Dijelaskannya bahwa pengelolaan pesantren mengalami perkembangan yang baik, karena selalu disesuaikan dengan perkembangan dan keinginan masyarakat pelanggannya, walau tetap mempertahankan ciri-ciri khusus sebuah pesantren sebagai identitas lembaga pendidikan Islam, bahkan ketika harus bersaing dengan lembaga pesantren lainnya, maupun lembaga pendidikan umum yang ada.

Lembaga pesantren ini telah memiliki nama besar di kalangan masyarakat muslim di Jawa Tengah khususnya, maupun Indonesia pada umumnya. Para santri tidak hanya datang dari masyarakat di sekitar kota Kudus, tetapi berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ini membuktikan bahwa Lembaga Pesantren telah berkembang dan dikenal secara luas oleh masyarakat muslim Indonesia.

Kemampuan berkembang menjadi lembaga yang dapat lebih dipercaya oleh masyarakat luas, merupakan keinginan setiap lembaga pendidikan. Namun ada yang berhasil dan tidak sedikit juga yang belum berhasil/gagal. Masyarakat akan memberikan penilaian dengan cara mereka sendiri, apakah lembaga pendidikan tersebut baik, atau sebaliknya. Ketika pesantren hadir dan diminati oleh banyak masyarakat dalam jangka waktu yang lama, maka boleh dikatakan bahwa layanan di lembaga pesantren tersebut dapat diterima dan memuaskan masyarakat pelanggannya.

Semua akan sangat ditentukan oleh strategi manajemen yang digunakan oleh pengurus pondok pesantren selama mengelola lembaga yang menjadi tanggungjawabnya. Oleh karena itu, menjadi hal yang sangat penting bagi para pengelola lembaga pendidikan pesantren untuk terus berinovasi, agar para pelanggan/masyarakat pengguna layanan di pondok pesantren merasa puas dan nyaman selama menuntut ilmu dan berada di pondok pesantren tersebut.

Harus disadari bahwa keberadaan pesantren akan sangat ditentukan oleh badan pengelola dan masyarakat pemanfaat pesantren. Kedua pihak ini sama-sama penting keberadaannya. Ketika salah satu hilang, maka hilang pula lembaga tersebut.

Namun lembaga pesantren yang sudah eksis sekalipun, harus tetap dijaga kelestariannya, melalui penataan dan pengelolaan yang lebih baik, dan terus-menerus diperbaiki, serta disesuaikan dengan perkembangan masyarakat penggunanya. Artinya pengelola pesantren tetap harus waspada dan selalu membaca trend masyarakat, termasuk berbagai perubahan kebijakan dalam bidang pendidikan, agar dapat terus menyesuaikan terhadap berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat maupun yang terkait dengan kebijakan pemerintah.

Dari hasil penelitian dalam buku ini, dapat dijadikan suatu titik tolak untuk melakukan berbagai perubahan dan pembaharuan di dalam mengelola pondok pesantren, agar eksistensinya terus makin kuat, dan selalu menyelaraskan dengan berbagai perubahan yang terjadi, sehingga eksistesi dari pesantren pun semakin kokoh di mata masyarakat.

Lembaga pendidikan apapun, termasuk di dalamnya pesantren, akan tetap dapat berkembang, ketika masyarakat selalu merasakan kemanfaatan dengan keberadaan lembaga pesantren tersebut. Para pengelola pesantren pasti sudah membaca dan juga melihat trend, ke arah mana lembaga harus dibawa dan tidak menyimpang dari khittahnya, namun tetap lincah mengikuti cepatnya perubahan yang terjadi di lingkungannya. Seperti dikatakan oleh Richard L. Daft: “Every organization must change and innovate to survive”, seperti yang dikutip dalam buku ini.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang melayani masyarakat, juga harus terus beradaptasi terhadap berbagai perkembangan dan perubahan serta kebutuhan masyarakat penggunanya, dengan tetap menjaga secara teguh berbagai ‘ciri dan norma’ yang telah menjadi identitas pokok sebuah lembaga pesantren.

Oleh sebab itu, buku ini dapat menjadi salah satu sumber dalam rangka pengembangan pesantren modern yang selalu adaptif terhadap berbagai perubahan di dunia pendidikan, dengan tanpa kehilangan identitasnya sebagai lembaga pendidikan khusus bercirikan Islam.

Semoga buku ini bermanfaat bagi para pengelola pesantren dan pembaca pada umumnya.

 

Prof. Dr. H. Bedjo Sujanto, M.Pd 

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Rektor UNJ 2004-2009, 2010-2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *