Tersirat di Balik Tersurat

Buku ini sejatinya masih lanjutan dari buku sebelumnya yang menjelaskan tentang makna di balik keindahkan redaksi al-Qur’an yaitu “Keserasian Makna dalam Ragam Gaya”, “Makna dan Mabna: Risalah Stilitika Al- Qur’an”, “Permata Semantik di Samudera Stilistik”, “Kilauan Hikmah di Balik Diksi dan Narasi” dan “Cermat dalam Gaya, Halus dalam Makna”. Seperti buku-buku sebelumnya, semua artikel di dalam buku ini juga telah penulis tuangkan di laman akun facebook penulis. (https://web.facebook.com/syofyan. hadi.14) sejak Maret 2021.

Secara metodologi, penulisan buku ini juga sama yaitu setiap artikel dari buku ini dituangkan dengan memulainya dari penyajian tetang konsep-konsep linguistik Arab dalam penjelasan yang sederhana. Kemudian penulis menghadirkan fakta-fakta dan fenomena-fenomena unik linguistik yang ada dalam ayat-ayat al-Qur’an. Kemudian penulis mencoba menjelaskan makna dan maksud dari fenomena tersebut. Dan pada paragraph terakhir penulis menyelipkan pesan di balik keindahan gaya bahasa tersebut agar pembaca mendapat pelajaran hingga mereka yang tidak mengerti konsep-konsep dasar linguistiknya sekalipun. Selain berupaya memberi penjelasan semantic terkait keunikankeunikan gaya bahasa al-Qur’an, sebagian artikel dalam buku ini juga merupakan ekspresi dan luapan emosi penulis menyaksikan banyak fenomena ketidakadilan yang menimpa umat Islam baik di Indonesia maupun dunia yang terjadi sejak bulan Maret-Mei 2021.

Sebagian besar tulisan ini merupakan hasil catatan penulis dari kesenangannya mengikuti video beberapa pemikir bahasa Arab seperti Fadhil Samara’i, Manshur Kayyali, Ridho Jundiyah, Munir Abdillah, Jamal ‘Abthan dan Ziyad Salwadi. Dari penjelasan merekalah sebagian dari artikel ini lahir dan terinspirasi yang semoga Allah swt memberikan pahala kepada mereka lebih banyak dari yang diberikan kepada penulis sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.