Melawan Liberalisme Simbolik: Pledoi bagi Sosiologi Dialogis

Rp130,000.00

Buku ini mengajak para ilmuwan sosial meninjau kembali perannya: menyediakan pengetahuan bagi deliberasi publik, membuka komunikasi lintas kelompok, dan memperjuangkan masyarakat yang lebih adil. Dengan menghubungkan kritik teoretis dan persoalan konkret, Sari Hanafi menawarkan arah pembaruan liberalisme politik agar kebebasan dan kesetaraan memperoleh wujud nyata dalam kehidupan bersama. Karya ini mengundang pembaca membangun jembatan di tengah perpecahan, sambil menjaga keberanian mengkritik ketidakadilan.

Description

Penulis: Sari Hanafi

xxii + 318 halaman | 15,5 cm x 23,5 cm

 

Di tengah menguatnya otoritarianisme, polarisasi sosial, ketimpangan ekonomi, dan krisis lingkungan, cita-cita kebebasan dan kesetaraan menghadapi ujian besar. Dalam Melawan Liberalisme Simbolik: Pledoi bagi Sosiologi Dialogis, Sari Hanafi menelaah kesenjangan antara nilai-nilai liberal yang dikumandangkan dan praktik sosial yang justru membatasi keberagaman serta mempertahankan ketidakadilan. Ia menyebut kecenderungan ini sebagai “liberalisme simbolik”: kebebasan, pluralisme, dan hak asasi manusia dijunjung dalam wacana, tetapi diterapkan secara selektif dalam kehidupan nyata.

Dengan mempertemukan pemikiran liberalisme politik, filsafat moral, dan sosiologi global, Hanafi mengkaji bagaimana keadilan sosial dapat dipersempit, bahasa hak kehilangan kepekaan terhadap konteks budaya, dan satu pandangan tentang kehidupan yang baik dipaksakan kepada masyarakat yang majemuk. Pembedaan antara prinsip keadilan yang melindungi semua orang dan keragaman konsepsi tentang kebaikan menjadi poros penting pembahasannya.

Argumen tersebut dikembangkan melalui empat medan persoalan: polarisasi dan kebebasan akademik, terutama dalam perdebatan mengenai Palestina dan Gaza; hubungan sekularisme dengan ekspresi keagamaan; keragaman seksual dan gender; serta ketegangan antara perlindungan anak, otoritas keluarga, dan intervensi negara di Swedia. Melalui kasus-kasus ini, Hanafi menunjukkan bagaimana kebijakan yang mengatasnamakan kebebasan atau perlindungan dapat menimbulkan pembungkaman, keterasingan, dan konflik ketika mengabaikan suara pihak-pihak yang terdampak.

Sebagai jalan pembaruan, Hanafi menawarkan Proyek Liberal Politik Dialogis yang ditopang oleh sosiologi dialogis. Pendekatan ini mengutamakan keadilan sosial, mengakui keberagaman pandangan hidup, serta membangun ruang perjumpaan yang memungkinkan kelompok berbeda saling memahami. Dialog memerlukan kesediaan mendengar, perhatian terhadap ketimpangan kekuasaan, dan kondisi sosial yang mendukung kehidupan bersama. Empati, solidaritas, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Buku ini sekaligus mengajak para ilmuwan sosial meninjau kembali perannya: menyediakan pengetahuan bagi deliberasi publik, membuka komunikasi lintas kelompok, dan memperjuangkan masyarakat yang lebih adil. Dengan menghubungkan kritik teoretis dan persoalan konkret, Sari Hanafi menawarkan arah pembaruan liberalisme politik agar kebebasan dan kesetaraan memperoleh wujud nyata dalam kehidupan bersama. Karya ini mengundang pembaca membangun jembatan di tengah perpecahan, sambil menjaga keberanian mengkritik ketidakadilan.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Melawan Liberalisme Simbolik: Pledoi bagi Sosiologi Dialogis”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

f
1942 Amsterdam Ave NY (212) 862-3680 chapterone@qodeinteractive.com

Error: Contact form not found.

Free shipping
for orders over 50%